Legionella menjadi salah satu bakteri yang perlu diwaspadai dalam sistem air. Bakteri ini dapat ditemukan di lingkungan perairan alami. Namun, Legionella juga dapat berkembang pada sistem air buatan jika kondisinya mendukung.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Legionella dapat menyebabkan legionellosis. Tingkat keparahan penyakit ini beragam. Kondisinya dapat berupa penyakit demam ringan hingga pneumonia berat yang dikenal sebagai Legionnaires’ disease.
Karena itu, pengelolaan sistem air yang baik menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Legionella Bisa Berkembang di Sistem Air
Legionella dapat tumbuh pada sistem air dengan kondisi tertentu. Bakteri ini berkembang pada suhu air sekitar 20 hingga 50 derajat Celsius. Sementara itu, pertumbuhan optimalnya berada pada kisaran 35 derajat Celsius.
Selain itu, bakteri dapat berkembang dalam biofilm yang terbentuk di sistem air. Sistem air buatan yang tidak dikelola dengan baik juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhannya.
Beberapa sumber yang perlu diperhatikan meliputi sistem air panas dan dingin, menara pendingin, pancuran, serta bak air panas. Humidifier dan air mancur dekoratif juga dapat menjadi sumber paparan dalam kondisi tertentu.
Bagaimana Legionella Menginfeksi Manusia?
Penularan terutama terjadi ketika seseorang menghirup aerosol atau percikan air sangat kecil yang mengandung bakteri. Oleh karena itu, paparan dapat terjadi tanpa seseorang meminum air yang terkontaminasi.
Namun, penyakit ini umumnya tidak menular langsung dari satu orang ke orang lain. Sebagian besar orang yang terpapar Legionella juga tidak mengalami sakit.
Meski demikian, kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi. Misalnya, orang berusia di atas 50 tahun perlu lebih waspada. Perokok dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga memiliki risiko lebih besar.
Kenali Gejala Infeksi Legionella
Infeksi berat akibat Legionella dapat menyebabkan pneumonia. Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk.
Selain itu, beberapa penderita dapat mengalami lemas atau gangguan pencernaan. Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit pernapasan lainnya, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Jika mengalami gangguan pernapasan yang berat, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Pencegahan Legionella Dimulai dari Sistem Air
Pencegahan dapat dilakukan melalui pengelolaan sistem air yang tepat. Pertama, sistem air perlu diperiksa dan dirawat secara rutin.
Selanjutnya, pembersihan serta disinfeksi perlu dilakukan sesuai kebutuhan. Air yang terlalu lama menggenang juga perlu dihindari karena dapat mendukung pertumbuhan bakteri.
Selain itu, fasilitas dengan sistem air besar perlu memiliki pengelolaan air yang baik. Hal ini penting terutama untuk rumah sakit, hotel, fasilitas perawatan jangka panjang, dan bangunan besar lainnya.
Dengan demikian, pencegahan Legionella tidak hanya bergantung pada perilaku individu. Pengelolaan fasilitas dan kualitas sistem air juga memiliki peran besar.
Masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Perawatan sistem air secara rutin dapat membantu menekan risiko pertumbuhan Legionella sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.
