KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat Gerakan Cegah Stunting di Karimun melalui intervensi terpadu. Program ini melibatkan kader Posyandu serta mendapat dukungan PT Saipem Indonesia.
Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah menargetkan prevalensi stunting terus menurun hingga menuju nol persen.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Wilayah Pulau Kundur. Kegiatan berlangsung di Kampung Kebun Pinang, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Senin (3/8/2026).
Prevalensi Stunting Karimun Masih 7,57 Persen
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun per Juni 2026 menjadi dasar penguatan intervensi.
Sebanyak 11.297 balita telah menjalani penimbangan dan pengukuran. Dari jumlah tersebut, tercatat 855 anak mengalami stunting. Angka itu setara dengan prevalensi 7,57 persen.
Pemkab Karimun ingin angka tersebut terus turun.
Namun, Bupati Iskandarsyah menilai masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Kondisi ekonomi keluarga juga dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Karimun memiliki sumber daya ikan yang melimpah. Meski demikian, sebagian keluarga prasejahtera masih menghadapi keterbatasan daya beli untuk memperoleh makanan bergizi secara cukup.
100 Kader Posyandu Ikuti Pelatihan
Kader Posyandu memiliki posisi penting dalam Gerakan Cegah Stunting di Karimun.
Sebanyak 100 kader Posyandu terpilih mengikuti orientasi keterampilan dasar di Pulau Kundur. Mereka berasal dari lima kecamatan, yaitu Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Belat, dan Ungar.
Para kader mendapat penguatan keterampilan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati juga meminta kader melakukan pengukuran tumbuh kembang anak secara teliti. Akurasi data menjadi penting karena hasil pengukuran akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
Data yang tepat juga membantu pemerintah menentukan anak dan keluarga yang membutuhkan intervensi.
PT Saipem Indonesia Berikan Dukungan
Program tersebut turut mendapat dukungan dari PT Saipem Indonesia melalui Saipem Local Community Initiative 2026.
Dukungan tidak hanya diberikan melalui pelatihan kader Posyandu.
Program juga mencakup pemberian mikronutrien Taburia kepada anak yang mengalami atau berisiko stunting. Selain itu, tersedia makanan bergizi bagi balita dan program kunjungan rumah atau home visit.
Melalui kunjungan rumah, kader terpilih dapat memantau perkembangan anak secara berkala.
Kolaborasi tersebut bukan pertama kali dilakukan. Pada 2025, PT Saipem Indonesia juga memberikan pelatihan kepada 134 kader Posyandu di Tanjung Balai Karimun.
Pemantauan Kesehatan Berlanjut hingga Anak Sekolah
Pemkab Karimun juga memperluas perhatian terhadap kesehatan anak.
Dalam rangkaian kunjungannya di Pulau Kundur, Bupati Iskandarsyah meninjau SD Negeri 003 dan SD Negeri 004 Kundur. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemantauan tidak berhenti pada usia balita.
Pemerintah ingin menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan hingga mereka memasuki usia sekolah.
Posyandu Jadi Garda Depan Pencegahan Stunting
Keberadaan kader Posyandu sangat penting untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.
Melalui penimbangan dan pengukuran rutin, kader dapat membantu menemukan anak yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menentukan intervensi.
Karena itu, Pemkab Karimun menekankan peningkatan kemampuan kader.
Kolaborasi dengan sektor swasta juga diharapkan memperluas jangkauan program. Intervensi dapat dilakukan melalui edukasi, pemenuhan gizi, mikronutrien, hingga pemantauan langsung ke rumah.
Pemkab Karimun menempatkan penurunan stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah berharap anak-anak Karimun tumbuh sehat dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
