Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Kilas Balik PROKAMI Kepri: Edukasi Kesehatan Mental Lansia Warnai Ramadhan 2025

0 0
Read Time:3 Minute, 19 Second

TANJUNGPINANGkesehatan mental lansia di Kepri mendapat perhatian khusus dalam kegiatan yang digelar IMANI–PROKAMI Kepulauan Riau pada Ramadhan 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Tanjungpinang City Center (TCC) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Selain edukasi, masyarakat juga mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan bertajuk Edukasi Kesehatan Mental Geriatri dan Berbagi Berkah Ramadhan 2025 itu menyasar masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia. PROKAMI Kepri memadukan edukasi kesehatan dengan kegiatan sosial. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kesehatan Mental Lansia Jadi Perhatian

Kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Sebaliknya, kondisi psikologis juga memiliki peran penting terhadap kualitas hidup pada usia lanjut.

Karena itu, edukasi kesehatan mental geriatri menjadi salah satu agenda utama kegiatan PROKAMI Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M. Bisri hadir mewakili Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya PROKAMI dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama lansia.

Menurutnya, perhatian terhadap lansia perlu mencakup aspek fisik dan mental.

Selain itu, sinergi pemerintah dengan organisasi profesi kesehatan dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan kepada kelompok rentan.

Ada Skrining Kesehatan Mental dan Gula Darah

Kegiatan tersebut tidak berhenti pada sesi edukasi.

PROKAMI Kepri juga menyediakan skrining kesehatan mental bagi peserta. Selain itu, tersedia pemeriksaan gula darah puasa.

Pemeriksaan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Selanjutnya, edukasi membantu peserta dan keluarga memahami pentingnya menjaga kesehatan ketika memasuki usia lanjut.

Pendekatan seperti ini penting karena kebutuhan setiap lansia dapat berbeda. Oleh sebab itu, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan apabila ditemukan keluhan.

Sejumlah Tenaga Profesional Berikan Edukasi

PROKAMI Kepri menghadirkan narasumber dari beberapa bidang.

Salah satunya adalah dr. Dwinta Vivianti, Sp.PD., M.Kes., dokter spesialis penyakit dalam dari RSUP Raja Ahmad Tabib Kepri.

Selain itu, kegiatan menghadirkan Riska Nova Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog Klinis RS Engku Haji Daud.

Ir. Kartika Kusumastuti, CPSM., selaku Kepala PERPINA Kepri, juga memberikan pemaparan. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Nurul Hasanah, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai moderator.

Kehadiran narasumber dari bidang berbeda membuat pembahasan kesehatan lansia tidak hanya berfokus pada satu aspek.

Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan

Nuansa sosial juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Selain pemeriksaan dan edukasi kesehatan mental lansia di Kepri, panitia membagikan bingkisan kepada peserta. Paket berbuka puasa juga diberikan dalam rangka Berbagi Berkah Ramadhan 2025.

Dengan demikian, kegiatan menggabungkan pelayanan kesehatan, edukasi, dan kepedulian sosial.

Momentum Ramadhan juga digunakan untuk meningkatkan perhatian terhadap kelompok lansia.

PROKAMI Kepri Gandeng KAMMI dan Mahasiswa

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak.

PROKAMI Kepri berkolaborasi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI. Selain itu, puluhan mahasiswa calon tenaga kesehatan ikut terlibat.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelayanan masyarakat.

Ketua PROKAMI Kepri, dr. Asep Guntur Sapari, menjelaskan bahwa organisasinya ingin terus berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

PROKAMI juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bergabung dalam organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari regenerasi profesional kesehatan muslim di Kepulauan Riau.

Diharapkan Menjadi Kegiatan Berkelanjutan

PROKAMI Kepri berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada Ramadhan 2025.

Menurut dr. Asep, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung program kesehatan pemerintah. Ia juga berharap program dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Pemprov Kepri turut menekankan pentingnya kolaborasi.

Pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan keluarga dapat mengambil peran dalam menjaga kesehatan lansia.

Selain itu, keluarga memiliki posisi penting dalam mengenali perubahan kondisi fisik maupun psikologis anggota keluarga yang telah memasuki usia lanjut.

Kesehatan Lansia Perlu Dilihat Secara Menyeluruh

Kilas balik kegiatan PROKAMI Kepri pada Ramadhan 2025 menunjukkan bahwa pelayanan lansia membutuhkan pendekatan menyeluruh.

Kondisi fisik perlu diperiksa. Namun, kesehatan mental juga tidak boleh diabaikan.

Karena itu, edukasi, skrining, dan dukungan keluarga dapat berjalan secara bersamaan. Apabila ditemukan perubahan kondisi atau keluhan, lansia dapat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada akhirnya, perhatian terhadap kesehatan mental lansia di Kepri menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat usia lanjut. Kegiatan PROKAMI Kepri pada 2025 menjadi salah satu contoh kolaborasi antara tenaga profesional, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.